Postingan

PIAGAM GUMI SASAK

Gambar
PIAGAM GUMI SASAK Pada masyarakat Sasak terdapat banyak sekali kebudayaan. Banyak kebudayaan-kebudayaan khas suku Sasak yang sangat berkesan dan masih dilestarikan sampai sekarang. Semua yang telah kita dapatkan pelajaran harus kita pertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT. Dan masyarakat Sasak. Kita sebagai masyarakat Sasak harus mengharumkan nama baik warga Sasak dengan tidak merusak kebudayaan Sasak dan tidak merusak ajaran Nenek Moyang yang sejatinya sudah dibangun dengan susah payah oleh orang-orang terdahulu.  Piagam gumi sasak tidak terlepas dari segala yang ada sejak zaman nenek moyang.  Piagam gumi sasak adalah suatu sikap bangsa sasak terhadap kebudayaan maupun yang lain. Piagam gumi sasak ini ingin menjadikan kita sebagai orang sasak yang benar-benar menjadi orang sasak yang sebenarnya. Mempunyai nilai agama dan intelektual yang bisa membuat maju dan menegakkan dan mensejahterakan bangsa. Tidak mengaburkan dan menenggelamkan nilai moral leluhur. kita, sebaga...

PERESEAN

Gambar
PERESEAN  Pada masyarakat Sasak terdapat tradis meminta agar hujan di turunkan yaitu tradisi Peresean. Dalam tradisi Peresean ini terdapat dua pemuda yang akan bertarung. Jika sudah ada salah satu dari mereka yang terluka atau mengelurkan darah, tandanya hujan akan segera turun menurut kepercayaan orang-orang Sasak terdahulu bahkan sampai sekarang masih dipercayai akan hal itu. Dalam tradisi Peresean ini pakaian yang digunakan yaitu kain dan mereka bertelanjang dada serta terikat “Sapuq” di kepalanya. Senjata yang digunakan dalam bertarung yaitu ada namanya “Ende” (Papan yang terbuat dari bambu sebagai penangkal ketika musuh memukul) dan ada tongkat atau alat untuk memukul lawan yang terbuat dari bambu juga.

Nyongkolan pemersatu budaya Sasak

(PEMBAHASAN TENTANG NYONGKOLAN DI SUKU SASAK) Dalam kebudayaan di suku Sasak, terdapat banyak tradisi atau adat istiadat yang ada di suku Sasak seperti, peresean, ada tradisi jika orang yang sudah meninggal di adakan acara roah atau begawe seperti, Nelung (artinya tiga hari setelah meninggalnya seseorang ), Mituq (artinya tujuh hari setelah meninggalnya seseorang), dan Nyiwaq (artinya sembilan hari setelah meninggalnya seseorang), dan saat ini tradisi yang ada di suku Sasak yang masih berkembang dan masih di laksanakan yaitu tradisi Nyongkolan. Tradisi Nyongkolan ini akan saya bahas dengan mengutip dua narasumber yang telah saya wawancarai. Sebelum saya membahas lebih lanjut lagi, saya akan memberikan definisi dari Nyongkolan menurut saya sendiri. Nyongkolan merupakan suatu tradisi adat Sasak yang masih berlaku sampai saat ini dan merupakan suatu ciri khas suku Sasak untuk merayakan pesta pernikahan dengan menggunakan baju adat Sasak dan musik Gendang Beleq sebagai pengganti dar...